Berbahagialah dan Celakalah

February 10, 2007

Pada pendengaran pertama kata2 Yesus dalam Injil hari ini tidak masuk akal: berbahagialah yang miskin, yang lapar, yang menangis dan yang dianiaya. Siapa yang suka menjadi miskin? Mungkinkah seorang berbahagia, kalau perutnya kosong, kalau ia tidak mempunyai yang perlu untuk hidup? Air mata tanda kesedihan, bukan tanda kebahagiaan?
Tetapi saya kira, kata-kata Yesus itu satu hiburan bagi mereka yang duduk di kaki Yesus: petani2 kecil dari Galilea, nelayannelayan, pengemis, orang yang susah atau sakit. Mereka tidak dapat mengharapkan banyak dari orang-orang yang besar; sebaliknya sering darahnya dihisap orang yang kaya dan mereka dihina orang yang suci. Mereka mendengar Yesus mengatakan: Hai kamu orang yang merasa ditinggalkan, ditipu dan dipermainkan manusia; ingatlah, satu hal yang harus kamu sadari: Allah memperhatikan kamu dan akan membantu kamu. Dan apa yang menjadi hiburan bagi orang kecil, menjadi teguran bagi mereka yang kaya, yang hidup senang-senang, yang mencari jabatan dan kedudukan dan suka dipuji. Celakalah kamu, kalau kamu  mementingkan dirimu atas orang lain, menambah kekayaanmu dengan mengorbankan orang lain, kalau kamu ber-senang-senang  tak perduli akan nasib orang lain; mencari kedudukan untuk memerintah dan menuntut dengan sewenang-wenang tanpa melayani.
Tuhan akan memutar-balikkan semuanya: Lasarus, si pengemis, akan mendapat kelimpahan, orang kaya, yang tidak mau membagi makanan sedikitpun dengannya akan menderita kekurangan; yang menangis akan tertawa, dan yang bersenang-senang akan menyesal; di dalam kerajaan Allah yang kecil akan ditinggikan dan yang besar direndahkan.
Toh kita harus hati-hati dalam memahami ungkapan Yesus ini.
Maksud Yesus bukan mewartakan bahwa kelaparan, kemiskinan dan penderitaan sesuatu yang baik, yang dikehendaki Allah dan yang harus dicari setiap manusia. Justru sebaliknya, Allah tidak suka manusia menderita kekurangan dan tidak senang kalau manusia menangis. Juga bukan maksud Yesus mengatakan kepada orang yang menderita: bersabar saja dan bertahanlah, nanti di surga kamu akan berbahagia. Manusia harus berbahagia sekarang juga. Justru karena itu Yesus mengutuki orang-orang yang kaya, yang tidak mau membagi dan tidak mau membantu; karena itu Ia mengutuki orang yang senang-senang dengan tak perduli akan penderitaan orang lain.
Yesus  memutar-balikkan segala harga. Apa yang berharga dan dicari orang di dunia, belum pasti berharga di surga. Dan apa yang dianggap menyenangkan, belum pasti membahagiakan. Ada yang lebih penting daripada makanan, lebih berharga daripada harta kekayaan, dan yang lebih membahagiakan daripada kesenangan dan kehormatan. Mateus menambah: berbahagialah orang yang suci hatinya, yang murah hati, yang membawa damai. Pendek kata, yang berbahagia ialah orang yang menghargai sesamanya diatas segala sesuatu. Manusia lebih penting daripada uang, jabatan, kehormatan atau hidup senang2. Karena itu celakalah orang yang mengorbankan orang lain demi kepentingannya sendiri. Tetapi berbahagialah yang rela membagi rezeki dengan yang tak mempunyai, yang mengorbankan kesenangannya demi kebahagiaan orang lain.
Dengan demikian juga jelas bahwa bukan setiap orang miskin dengan sendirinya orang yang terpuji dan bukan setiap orang kaya akan celaka. Juga diantara orang miskin ada yang jahat, yang cuma mementingkan diri dan mudah sekali mengorbankan sesamanya. Dan diantara orang kaya dan berkuasa ada juga yang baik: orang yang bekerja keras, berlaku jujur, rela berbagi, dan suka membantu. Semoga kita menjadi orang-orang yang disebut berbahagia oleh Yesus, Tuhan kita……

 

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://beritasepekan.blogsome.com/2007/02/10/berbahagialah-dan-celakalah/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here