Godaan

February 24, 2007

Permintaan mendesak dari Keuskupan di Selatan sampai pada Keuskupan Agung di utara. Ia meminta seorang imam yang bijak dan suci dan siap dengan pelayanan dan bapa rohani bagi seminari tinggi. Setiap orang heran bahwa Uskup Agung di utara mengirim 5 frater diakon yang siap ditahbiskan menjadi imam. Uskup Agung Utara berkata: “ Imam di sini sangat terbatas, maka saya kirim 5 frater diakon yang siap ditahbiskan, nanti sesudah ditahbiskan silahkan Uskup memilih salah satu dari mereka itu”. Para frater itu sudah menempuh perjalanan selama beberapa hari, ketika seorang kurir menghampiri mereka. “Kami sudah 3 tahun lebih tidak punya pemimpin. Desa ini sering ada rampok dan huru hara. Masyarakat tidak tenang. Tidak ada yang bersedia memimpin desa ini lagi. Kami mendambakan seorang pemimpin yang mampu membuat hidup masyarakat ini tenang”. Salah seorang frater, yang hebat dalam ilmu bela diri dan punya kemampuan intelektual yang tinggi, merasa terdorong untuk tinggal dan memimpin desa itu. “Aku bukan murid Kristus yang sejati kalau aku tidak tinggal di sini dan melayani mereka”. Niat baik ini disambut warga. Ia tidak melanjutkan perjalanannya. Beberapa hari kemudian tibalah mereka di rumah seorang kepala suku, yang tertarik pada salah seorang frater. “Tinggalah di sini”, kata kepala suku dan aku akan memberikan putriku kepadamu. Dan jika aku mati nanti, engkaulah yang mengganti aku menduduki kepla suku ini”. Hati frater ini tertarik pada putrid yang cantik dan pada jabatan kepala suku. Ia berkata: “Apakah ada kesempatan yang lebih baik untuk meningkatkan peri kehidupan di sini daripada menerima kedudukan kepala suku? Aku bukan murid Kristus yang sejati jika aku tidak membagikan kehidupanku bagi suku ini dan memajukan kehidupan mereka”. Ia tidak melanjutkan perjalanan. Tiga frater masih melanjutkan perjalanan. Pada suatu malam, di sebuah pegunungan, mereka menginap di sebuah gubuk yang hanya didiami oleh seorang gadis manis. Ia menerima mereka dengan ramah. Ia bersyukur kepada Tuhan karena Ia telah mempertemukannya dengan para frater ini. Orang tua gadis itu baru meninggal 1 minggu yang lalu karena dibunuh rampok dan kini ia tinggal sendirian penuh ketakutan. Keesokan harinya, pada waktu mereka mau berangkat, seorang frater berkata: “Aku akan tinggal bersama gadis ini. Aku bukan murid Kristus yang sejati, kalau aku tidak berbelas kasih pada sesame”. Ia tidak melanjutkan perjalanan. Dua frater yang masih sisa akhirnya tiba di sebuah kampung kristiani. Mereka terkejut ketika mengetahui bahwa semua penduduk meninggalkan agama dan imannya dan berada di bawah pengaruh keyakinan lain. Seorang frater berkata: “Demi umat yang malang ini, aku harus tinggal di sini dan mengembalikan mereka ke jalan yang benar yang pernah mereka imani dulu. Dia tidak melanjutkan perjalanan. Frater yang kelima akhirnya sampai di keuskupan selatan dan di sana ia ditahbiskan menjadi imam dan diminta oleh Uskup menjadi Bapa Rohani di seminari tinggi. Seorang guru kebijaksanaan dan olah rohani berkata: Beberapa tahun yang lalu aku bertekad mencari Tuhan. Berkali-kali aku berhenti di jalan. Selalu maksudku sangat mulia: Untuk memperbaharui ibadat, untuk memperbaharui jemaat, untuk meningkatkan tafsir KS, untuk meningkatkan amal kasih, untuk mengembangkan teologi yang berarti bagi umat dsb. Sayang, lebih mudah menenggelamkan diri dalam karya apa pun bahkan dalam karya keagamaan daripada bertahan terus mencari Tuhan. Dalam hidup ini kita sering mengalami berbagai cobaan dan godaan. Sering godaan-godaan itu tidak jahat, pada dasarnya baik dan bernilai. Tetapi hal-hal itu menjadi tidak baik, kalau kita mulai memutlakkannya dan mengabaikan hal-hal atau nilai-nilai yang lebih penting, lebih pokok, ialah Kerajaan Allah. Pada zaman ini kita mengalami banyak hal yang saling berbenturan. Dalam keadaan seperti ini, manusia tidak mudah menjaga kedekatannya dengan tuhan, apalagi mengalami bahwa Allah sebenarnya tetap hadir di tengah-tegah manusia. Kita dihadapkan pada kecenderungan untuk menukar nilai-nilai Kerajaan Allah dengan tawaran yang menjanjikan seperti: kekuasaan, kenikmatan, dan harta. Mari kita bersama Yesus tetap mengutamakan Allah dalam hidup seperti yang disabdakan oleh Yesus sendiri: “Manusia tidak hanya hidup dari makanan saja, tetapi dari Sabda Allah…. Engkau harus menyembah Allah saja…. Jangan mencobai Tuhan Allahmu…..”

Spritualitas
Psikologi godaan dan cara mengatasi godaan
Baca: manusia pertama digodai. Kej 3
Jelas sekali strategi godaan yang dipakai iblis dan yang mengakibatkan kehancuran umat
manusia. Coba kita menarik beberapa kesimpulan dari kejadian itu.
a. Si penggoda mendekati manusia. Tidak selalu ada di samping kita seperti Malaekat Pelindung. Dalam Injil (Lk 4,13) kita baca bahwa setelah iblis menggodai Yesus ia mundur meninggalkanNya. Terkadang ia tiba-tiba muncul untuk menggodai; sering mendekat secara lihai dan licik dan menawarkan godaan melalui pertanyaan yang meyakinkan jiwa.
b. Melontarkan pertanyaan dengan halus. ”mengapa Allah melarang kamu memakan buah dari pohon firdaus ini?”. Dia tidak langsung menggoda, tetapi mengarahkan diskusi ke arah yang berbahaya dimana kita mudah kalah! Inilah cara iblis mengoda, selalu! Ia belum mengajak melakukan dosa, Cuma mempertanyakan larangan dari Allah. Contoh: dengan orang yang mudah jatuh dalam godaan sensualitas ia bertanya: “apakah benar Allah melarang sama sekali mencicipi kepuasaan itu? Dengan orang yang tidak tahan makanan ía bertanya: apakah saudara tidak boleh menikmati makanan itu? Apa salahnya? Itu semua alami… saudara butuh makanan yang bergizi. Dll.
c. Jawaban jiwa. Kalau jiwa menyadari bahaya dialog ini dan mengarahkan perhatiannya ke yang lain, maka iblis akan meninggalkan kita. Tetapi kalau jiwa mulai berbicara menghadapi bahaya besar. “Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kamu makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-rengah taman, Allah berfirmun: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati (Kej 3,6-7).” Perempuan itu sebenamya sudah tahu bahwa tidak boleh itu dan ini, tetapi masih dipersoalkan… berarti meragukan hukum Tuhan, disepelekan…..
d. Lalu Iblis Iangsung menawarkan dosa. Jiwa telah membuang waktu untuk mempersoalkan hukum Tuhan, maka iblis menjadi berani dan menawarkan dosa. ‘Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang Jahat!.” Disini terletak kelicikan iblis yang selalu mengatakan bahwa di belakang dosa terdapat kebahagiaan (kalau kamu makan, kamu tahu tentang yang baik dan yang jahat! Tidak pernah iblis rnemperlihatkan racun di belakang dosa. Paling paling nanti bisa mengaku…! Kalau jiwa menerima tawaran ini, sudahlah nasibnya bagaimana…
e. Keraguan. Dikatakan dalam kutipan tadi: “Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon ilu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipulu pohon itu menarik hati karena memberi pengertian”. Hati mulai gemetar, jiwa tidak mau melanggar hukum Tuhan, tetapi buah itu sangat menarik… Perlawanan ini terlalu berat bagi jiwa, ia tidak bisa tahan lama.
f. Kemauan kita mau… “Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.” Jiwa akhirnya menyerah kepada godaan. Dan kadang-kadang menjerumuskan orang lain dalam dosa.
g. Kekecewaan. Kenyataan dosa bahwa tidak pernah dosa itu akan sebagus seperti nampak selama godaan. Setelah melakukan dosa, jiwa merasakan kekecewaan besar dan keputusasaan. “Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.” Akhirnya jiwa menyadari bahwa ia kehilangan segala-galanya, ia kelihatan telanjang di hadapan Allah. Tanpa Rahmat, tanpa keutamaan-keutamaan, tidak lagi menjadi kediaman pantas Trinitas. Dalam kekecewaan total ini hanya iblis yang meringis dengan senang…
h. Malu dan penyesalan. Terakhir jiwa mendengar suara hati yang menegur. “Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” Jiwa merasa malu dihadapan Tuhan maka bersembunyi.

Sikap konkrit behadapan godaan.
Penting sikap jiwa - sebelum, selama dan sesudah - godaan. Sikap yang tepat akan membantu kita melawan godaan dan mengalahkan iblis.
Sebelumnya: Sikap ini dinasehatkan oleh Yesus sendiri: “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan” (Mt 2641). Yaitu kewaspadaan dan doa.
Kewaspadaan: Iblis tidak pernah berhenti mencoba, ia tidak pernah putus asa (Sesudah iblis mengakhiri semua pencobaa itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik – Luk. 4: 13). Kesempatan apapun dimanfaatkannya, karena itu kita harus menjauhkan kesempatan yang ia tawarkan. Harus selalu mengendalikan diri. Tetapi kewaspadaan ini sendiri belum cukup, diperlukan
Doa: Kewaspadaan harus didukung oleh doa. Ketika para rasul gagal mengusir iblis, meeka bertanya kepada Yesus mengapa mereka tidak bisa, Yesus menjawab: ”Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa ( Mrk. 9:28). Memohon agar tidak jatuh dalam godaan (Bapa Kami). Malaekat pelindung diberikan untuk itu.
Selama. Hanya bertahan dan melawan. Tidak cukup bertahan tetapi harus juga melawan godaan. Bertahan dengan melakukan kebalikannya dari yang ditawarkan iblis. Contoh: godaan
mau menjelekkan orang dilawan dengan: puji orang. Mau mencuri, berilah sedekah. Dll. Kita melawan juga dengan mengarahkan perhatian kita ke yang lain. Kalau dengan demikian godaan tidak hilang…….. itulah bukti hahwa kita sedang berperang melawan si iblis, maka harus tetap bertahan.
Setelah. Dua kemungkinan
Kalau kita menang: kita bersyukur kepada Tuhan dan memohon lagi rahmatnya untuk selanjutnya.
Kalau kita kalah: dengan rendah hati memohon ampun kepada Tuhan dan mengaku dosa.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://beritasepekan.blogsome.com/2007/02/24/godaan-2/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here