Hidup Baru
Di Masa Paska lilin Paska, lambang Kristus yang telah bangkit, diberi tempat terhormat di bagian altar, supaya dilihat semua orang. Di kaki lilin kita melihat salib, salib kemenangan Kristus. Di atasnya dan dibawah Alpha dan Omega, permulaan dan akhir abjad Yunani dan di kelilingnya angka tahun. Yang terakhir sebagai tanda bahwa kebangkitan Kristus bukan saja satu peristiwa di masa yang lampau tetapi berarti untuk hidup kita di tahun 2007 juga. “Kristus dahulu dan sekarang, awal dan akhir, milikNyalah segala masa”, kata imam waktu memberkati lilin. Waktu itulah sesuatu yang cepat berlalu. Kata sekarang belum diucap, masa sekarang sudah, menjadi masa lampau dan tidak ada lagi. Sejarah manusia ialah ceritera tentang segala sesuatu yang pernah terjadi dan tidak ada lagi. Tetang sejarah itu dapat ditulis buku2 yang tebal, tetapi sebenarnya dapat diringkas dalam tiga kata saja: “Mereka lahir, mereka berjuang (susah) dan mereka mati”. Itulah riwayat hidup manusia: lahir, susah dan mati. Sungguh menyedihkan nasib manusia, kalau demikian: Ia lahir untuk bersusah dan tidak ada masa depan. Syukur, kita umat Allah punya keyakinan lain, lebih dari itu: ada masa depan dan masa depan itu cerah dan penuh kegembiraan. Paska membuktikannya. Yesus tidak hanya lahir, menderita dan mati; lalu habislah riwayatnya. Yesus bangkit, Ia hidup. Sengsara dan kematianNya bukan akhir riwayatnya, tetapi permulaan hidup yang baru. Allah tidak membiarkan Yesus dalam kekuasaan maut. Allah tidak menciptakan manusia untuk lahir, menderita, lalu mati; manusia diciptakan, supaya hidup dan setiap orang yang percaya kepadaNya akan hidup, biar Ia sudah mati. Kemenangan Yesus atas dosa dan maut membuka pintu menuju kehidupan, kehidupan abadi jauh dari dosa dan penderitaan, penuh kebahagiaan. Kita tidak usah mereasa putus asa pada masa yang sulit, kalau sakit dan menderita, dalam masa krisis ekonomi seperti sekarang, malahan maut tidak menakutkan lagi. Bagi seorang yang beriman selalu ada masa depan: Kebangkitan Kristus membuka masa depan yang cerah. Toh kita harus berhati-hati dan jangan menipu diri. Kita minipu diri, kalau mengira bahwa di tengah segala kesulitan hidup dan segala masalah dunia dan zaman, kita dapat duduk saja, menunggu sampai hidup yang lebih bahagia diberikan kepada kita. Ingat, kebangkitan Yesus tidak datang begitu saja; kebangkitanNya ialah hasil dari sengsara dan kematianNya. Dan sengsara dan kematianNya bukan satu nasib payah yang tidak dapat dihindari, tetapi puncak dari suatu perjuangan untuk membangun kerajaan surga di dunia ini. Suatu dunia tanpa kekerasan, tanpa kerakusan dan tanpa kejahatan diperjuangkan, satu dunia yang berdasar pada cinta yang tahu kasih, dimana setiap orang dapat hidup bahagia tanpa kurang apa2. Ia konsekwen sampai akhir. Ia tidak takut menegur yang bersalah, ia membuka kemunifikan hati orang yang tak jujur, ia melawan segala yang tidak adil. Dalam perkataan dan perbuatan Ia mengutamakan orang yang kecil, yang sederhana, malahan orang yang berdosa. Ia tidak mundur, ketika itu tidak diterima dengan baik oleh orang yang tertentu. Ia mati untuk umat manusia. Percaya akan Yesus yang bangkit tidak berarti menunggu sampai kita dibebaskan dari dunia ini. Tetapi berarti menghadap dunia, berjuang untuk mengubahnya, menghantam segala yang tidak baik dan tidak adil, baik dalam diri sendiri, maupun dalam dunia luas, menanamkan damai dan membagi kebahagiaan. Dan itu importune - opportune, orang senang atau tidak dengan apa yang kita buat. Tidak gampang, itu menuntut keberanian dan pengorbanan banyak; lain kali kita mungkin putus asa dan bertanya mengapa berpusing, toh tidak ada gunanya. Lalu kita melihat pada Yesus: rupanya percuma segala sesuatu yang diwartakan dan dibuatnya; gagal semuanya, ketika Ia bergantung di salib. Tetapi lihatlah: Ia bangkit dengan mulia: kebaikan tidak dapat dikalahkan; yang berbuat baik akan menang. Kepercayaan akan kebangkitan Yesus harus memenuhi kita dengan semangat baru untuk mengikuti Kristus dalam hidup sehari-hari. Kerajaan surga yang diwartakaNya bukan satu illusi, dunia ini dapat diubah, asal ada orang yang mau mengubahnya.
