Family In English

May 5, 2007

Seorang calon pegawai diwawancarai oleh petugas personalia
Personalia : Siapa nama anda?
Calon Peg. : Badru Pak.
Personalia : Coba ceritakan keluarga anda
Calon Peg. : Saya dua bersaudara, adik kuliah di Bandung, orangtua
tinggal di Solo, kakek Dan nenek tinggal di Medan, paman
di Jakarta.
Personalia : Apakah anda bisa berbahasa Inggris?
Calon Peg. : Yes Sir
Personalia : OK, now tell me about your family in English!
Calon Peg. : Sorry Sir, I don’t have family in English!
Personalia : Ha? Payah……

Dua Ekor Tikus

Di dalam got yang gelap hiduplah dua ekor tikus yang saling bersaudara. Suatu saat kedua ekor tikus ini melihat sebuah roti keju dari lubang sebuah selokan. Tikus-tikus ini ingin sekali memakannya tetapi sayang lubang selokan itu tertutup oleh jeruji besi yang sangat kuat. Kedua tikus ini berusaha sekuat tenaga untuk menghancurkan jeruji besi itu dengan gigi-gigi mereka yang tajam tetapi gigi mereka mulai rusak karena jeruji besi itu terlalu keras bagi gigi mereka yang kecil. Kedua ekor tikus ini kecapaian, dan butuh istirahat. Tikus pertama berkata dalam hatinya: “Aku tidak akan menyerah, setelah ini aku akan menghancurkan jeruji besi itu dengan sekuat tenagaku. Pantang menyerah adalah pangkal dari keberhasilan !” Tikus kedua termenung dan berpikir : ” Aku akan kehilangan semua gigiku jika aku nekat menggigiti jeruji itu. Ada baiknya kalau aku mengambil jalan lain saja untuk mendapatkan roti keju itu.” Setelah beristirahat sejenak, tikus pertama mulai menggigiti lagi jeruji besi itu dengan sekuat tenaga sedangkan tikus kedua mundur diri dari usahanya. Melihat tikus kedua mundur diri tikus pertama mulai mengejek saudaranya itu katanya : “Kamu itu sifatnya mudah menyerah dan tidak ulet bekerja, mana mungkin kamu bias berhasil dalam kehidupanmu?” Tikus kedua tidak mempedulikan ejekan saudaranya, dia mundur mencari jalan lain ke tempat roti keju itu. Akhirnya tikus kedua berhasil memperoleh jalan ke tempat roti keju itu sedangkan tikus pertama kelelahan dan hancur giginya karena menggigiti jeruji besi itu.
————————————————–
Teman-teman cerita ini merupakan cerita yang agak kontradiktif tetapi yang ingin disampaikan dari cerita ini adalah hendaklah kita memakai kejelian dan kecerdasan kita untuk memecahkan masalah kita dan bukan hanya mengandalkan keuletan dan kerajinan kita untuk bekerja. Pantang menyerah cukup baik, tetapi jika tanpa kecerdasan semuanya sia-sia, maka pakailah kecerdasan kita.

Cinta & Pengkhianatan

Sesuatu yang putih akan lebih putih kelihatannya kalau dikontraskan dengan yang hitam. Sesuatu yang baik akan lebih nyata kebaikannya jika diperbandingkan dengan sesuatu yang buruk. Demikian pula: cinta akan akan lebih kuat rasanya bila dipertentangkan dengan pengkhianatan.
Rasanya di mana ada cinta selalu ada pula pengkhianatan. Juga sebaliknya: di mana ada pengkhianatan, di sana bisa tumbuh cinta yang cemerlang. Itu dapat kita dengar pula dalam Injil hari ini. Bukan kebetulan Yohanes menulis pengkhianatan Yudas Iskariot pada awal Injil hari ini, dimana diwartakan tentang pemuliaan Putera Manusia dan tentang perintah baru, “Saling mencintai”. Pengkhianatan Yudas menurut Injil ini merupakan alasan bagi penderitaan dan kematian Yesus. Kegagalan Yudas lebih mempertegas keagungan rencana Allah yang tidak gagal karena kegagalan manusia. Tanpa pengkhianatan Yudas maka tidak ada salib, tetapi juga tidak ada kebangkitan dan kemuliaan. Ini yang mau disampaikan oleh Yohanes walau tidak riil. Dengan Yesus Kristus yang mau memulai hidup baru dengan kesengsaraan ternyata mulai dibuka masa baru yaitu kebangkitan dan kemuliaan.
Pengalaman ini akan tetap dialami pula oleh Gereja-Nya. Dalam Gereja akan tetap ada pengkhianatan, tetapi juga cinta. Cinta ini harus menandai hidup para murid-Nya, walaupun akan selalu “ditantang” oleh pelbagai pengkhianatan.
Dalam perang kemerdekaan Irlandia Utara seorang pejuang Irlandia berhasil membunuh seorang tokoh berpengaruh di Inggris. Tetapi kemudia ia dikhianati oleh kawan seperjuangannya, sehingga ia ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara dan dijatuhi hukuman mati digantung. Menjelang hari hukuman matinya, berulang kali ia menolak bapa pengakuan penjara itu, karena ia tidak bisa mengaku, ia tidak bisa mengampuni pengkhianatnya.
Pada suatu hari seorang biarawati datang kepadanya dan biarawati itu meminta pendapatnya karena ia mau keluar dari biara sebab ia sangat mengalami kesulitan untuk memaafkan seseorang yang telah membunuh saudaranya. Siapa saudara biarawati itu? Ia adalah tokoh berpengaruh di Inggris yang telah dibunuh oleh pejuang Irlandia yang sekarang berada di hadapannya.
Pejuang itu diam lalu berkata: “Saya mohon Suster jangan meninggalkan biara, panggilkan bapa pengakuan, karena sekarang saya mau memaafkan kawan yang mengkhianatiku dan saya mau mengaku dosa. Sebagai seorang kristiani saya harus mencintainya!
Pejuang itu akhirnya mengerti. Ia berlapang hati untuk memaafkan dan mencintai saudara seperjuangannya seperti seperti suster itu yang mau bersusah-susah berusaha supaya ia dapat menjalani hukuman matinya tanpa dendam di hati dan dengan demikian mungkin di selamatkan. Suster itu telah menunjukkan perhatian dan kasihnya yang tulus, walaupun orang yang di depannya itu telah membunuh saudaranya.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here